Yang Pertama Bikin Jantung Berdebar
Sebelum
ada yang kedua pasti sudah melewati yang pertama
Pertama
itu spesial, karena yang pertama itu mendebarkan. Termasuk webinar yang pernah
saya lalui untuk yang pertama kalinya sebagai narasumber. Jangankan menjadi
narasumber menjadi pembina upacara saja kadang membuat keringat dingin. 9 maret
2024 untuk pertama kali saya berbagi melalui komunitas kombel yang ada di
sekolah dengan topik pemanfaatan media ajar berbasis digital yakni Menti.meter.
Kenapa
saya begitu berani untuk keluar dari zona nyaman, karena saya berfikir kalau
kita takut memulai maka kita tidak akan bisa berkembang. Kebetulan sejak saya
bertugas di SMPN 30 Batam sebagai guru Bahasa Indonesia mulai dari tahun 2019
lalu, dari awal saya mengajar selalu berupaya memanfaatkan platform digital
yang ada. Saya merasa progresnya dari awal sebagai guru hingga sekarang,
kemampuan serta penguasaan materi maupun
pemanfaatan berbagai media belajar jauh lebih berkembang.
Ada
begitu banyak platform digital namun yang sering saya gunakan adalah
menti.meter. kenapa menti? Karena selain bisa digunakan untuk diagnostik awal,
refleksi, menti juga bisa digunakan untuk memaparkan materi atau tugas siswa.
Selain itu media menti meter juga menyediakan fitur umpan balik langsung dan
mudah digunakan oleh guru maupun siswa.
Hari
pertama kali menjadi narasumber berbagi praktik baik fokus materi webinar saat
itu adalah bagaimana menggunakan menti.meter untuk pembelajaran. Tantangan dari
kegiatan itu adalah krisis percaya diri karena sulit rasanya kita yang bukan
siapa-siapa ini berbagi praktik sebagai pembicara. Tapi alhamdulilah kegiatan
berjalan lancar walaupun ada sedikit kendala teknis namun hasil yang di dapat
sangat berguna untuk peserta. Target kegiatan saat itu adalah peserta mampu
membuat mentimeter untuk refleksi maupun memaparkan materi. Sebenanrya sasaran
yang paling penting adalah hanya ingin berbagi dan menumbuhkan semangat
teknologi kepada semua guru melalui webinar, karena saya percaya semua itu
harus dimulai dari diri kita sendiri.
Mari
manfaatkan teknologi, untuk pendidikan yang lebih maju!

Komentar
Posting Komentar